Centrosema Pubescens

Mega Surya > Centrosema Pubescens

Centrosema Pubescens: Tanaman Leguminosa Serbaguna untuk Pakan, Tanah, dan Pertanian Berkelanjutan

Centrosema pubescens adalah salah satu tanaman leguminosa tropis yang memiliki peran penting dalam sistem pertanian berkelanjutan. Tanaman ini dikenal luas sebagai tanaman pakan ternak berkualitas, penutup tanah (cover crop), sekaligus tanaman yang mampu memperbaiki kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen. Di berbagai negara tropis, Centrosema pubescens telah lama dimanfaatkan oleh petani, peternak, dan praktisi kehutanan karena sifatnya yang adaptif, mudah tumbuh, serta manfaatnya yang beragam.

Pengertian dan Klasifikasi Centrosema Pubescens

Centrosema pubescens merupakan tanaman leguminosa merambat yang berasal dari daerah tropis Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Seiring waktu, tanaman ini menyebar luas ke berbagai wilayah tropis di dunia, termasuk Asia Tenggara, Afrika, dan Kepulauan Pasifik.

Secara umum, Centrosema pubescens termasuk dalam kelompok tanaman kacang-kacangan yang memiliki kemampuan bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium pada bintil akarnya. Simbiosis ini memungkinkan tanaman mengikat nitrogen dari udara dan mengubahnya menjadi unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman lain di sekitarnya.

Karena karakteristik tersebut, Centrosema pubescens sering digunakan sebagai:

  • Tanaman pakan ternak (hijauan)

  • Tanaman penutup tanah

  • Tanaman konservasi lahan

  • Tanaman pendukung sistem agroforestri


Ciri-Ciri dan Morfologi Tanaman

Memahami ciri-ciri fisik Centrosema pubescens sangat penting, terutama bagi petani atau praktisi pertanian yang ingin membudidayakannya secara optimal.

1. Batang dan Pertumbuhan

Centrosema pubescens memiliki batang yang:

  • Merambat atau menjalar di permukaan tanah

  • Relatif lunak namun kuat

  • Dapat memanjang hingga beberapa meter

Pertumbuhannya tergolong cepat, terutama pada kondisi lingkungan yang sesuai.

2. Daun

Daunnya terdiri dari:

  • Tiga anak daun (trifoliat)

  • Bentuk oval hingga elips

  • Warna hijau tua

  • Permukaan sedikit berbulu (pubescens), sesuai dengan namanya

Daun inilah yang menjadi bagian utama sebagai sumber hijauan pakan ternak.

3. Bunga

Bunga Centrosema pubescens memiliki ciri khas:

  • Berwarna ungu kebiruan hingga violet

  • Bentuk menyerupai kupu-kupu (ciri khas leguminosa)

  • Tumbuh soliter atau berpasangan di ketiak daun

Bunganya tidak hanya indah, tetapi juga menjadi indikator kesehatan tanaman.

4. Buah dan Biji

Buah berbentuk polong dengan karakteristik:

  • Panjang sekitar 10–15 cm

  • Berisi beberapa biji kecil

  • Saat matang akan mengering dan pecah secara alami

Biji inilah yang digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman.


Syarat Tumbuh dan Lingkungan Ideal

Salah satu keunggulan Centrosema pubescens adalah kemampuannya beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan. Namun, untuk mendapatkan hasil optimal, ada beberapa syarat tumbuh yang perlu diperhatikan.

Iklim

  • Tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis

  • Curah hujan ideal: 1.500–3.000 mm per tahun

  • Toleran terhadap musim kering pendek

Tanah

  • Dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah

  • Optimal pada tanah lempung berpasir hingga lempung

  • pH tanah ideal antara 5,0–6,5

  • Toleran terhadap tanah masam

Cahaya

  • Menyukai sinar matahari penuh

  • Masih dapat tumbuh pada naungan ringan

Kemampuan tumbuh di lahan marginal menjadikan Centrosema pubescens sangat potensial untuk rehabilitasi lahan dan pertanian ekstensif.


Cara Budidaya Centrosema Pubescens

Budidaya Centrosema pubescens relatif mudah dan tidak memerlukan teknologi tinggi. Berikut tahapan budidayanya:

1. Persiapan Lahan

  • Bersihkan lahan dari gulma berat

  • Olah tanah secara ringan (tidak perlu terlalu dalam)

  • Pastikan drainase baik untuk menghindari genangan

2. Penanaman

Penanaman dapat dilakukan dengan:

  • Biji (cara paling umum)

  • Biji dapat direndam air hangat selama 24 jam untuk mempercepat perkecambahan

  • Jarak tanam umumnya 50 x 50 cm atau disesuaikan kebutuhan

Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan.

3. Pemeliharaan

  • Penyiangan gulma pada fase awal pertumbuhan

  • Tidak memerlukan pemupukan nitrogen karena mampu mengikat nitrogen sendiri

  • Pemupukan fosfor dapat meningkatkan pertumbuhan awal

4. Panen

  • Dapat mulai dipanen sebagai hijauan setelah umur 2–3 bulan

  • Panen dilakukan dengan pemotongan bagian atas tanaman

  • Tanaman dapat tumbuh kembali (regrowth) dengan baik


Manfaat Centrosema Pubescens

Centrosema pubescens dikenal sebagai tanaman multifungsi dengan manfaat yang sangat luas, baik secara ekonomi maupun ekologis.

1. Pakan Ternak Berkualitas Tinggi

Sebagai tanaman hijauan, Centrosema pubescens memiliki:

  • Kandungan protein kasar cukup tinggi (15–25%)

  • Palatabilitas baik untuk sapi, kambing, dan domba

  • Dapat diberikan dalam bentuk segar atau campuran rumput

Tanaman ini sering digunakan sebagai pakan tambahan untuk meningkatkan produktivitas ternak.

2. Penutup Tanah (Cover Crop)

Sebagai penutup tanah, Centrosema pubescens berfungsi untuk:

  • Mencegah erosi tanah

  • Menekan pertumbuhan gulma

  • Menjaga kelembapan tanah

Karakter merambatnya mampu menutupi permukaan tanah secara merata.

3. Peningkat Kesuburan Tanah

Kemampuan fiksasi nitrogen memberikan manfaat:

  • Menambah nitrogen alami ke dalam tanah

  • Mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia

  • Meningkatkan produktivitas tanaman utama

4. Mendukung Sistem Agroforestri

Centrosema pubescens sering ditanam di bawah tegakan:

  • Perkebunan kelapa

  • Kelapa sawit

  • Kakao dan kopi

Tanaman ini membantu meningkatkan efisiensi lahan tanpa mengganggu tanaman utama.


Peran dalam Pertanian Berkelanjutan

Dalam konteks pertanian modern, Centrosema pubescens memiliki peran strategis. Tanaman ini sejalan dengan konsep pertanian berkelanjutan karena:

  • Ramah lingkungan

  • Mengurangi input kimia

  • Mendukung keanekaragaman hayati

  • Memperbaiki struktur dan kesuburan tanah

Penggunaan Centrosema pubescens juga berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan kandungan bahan organik tanah.


Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

  • Mudah dibudidayakan

  • Tahan terhadap kondisi tanah kurang subur

  • Multifungsi (pakan, pupuk hijau, penutup tanah)

  • Regenerasi cepat setelah panen

Kekurangan

  • Kurang toleran terhadap genangan air

  • Membutuhkan pengendalian awal gulma

  • Produksi biji relatif tidak serempak

Meskipun memiliki beberapa keterbatasan, kelebihannya jauh lebih dominan.


Potensi Ekonomi dan Pengembangan

Permintaan akan pakan ternak berkualitas terus meningkat. Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan Centrosema pubescens, terutama di daerah dengan lahan luas dan iklim tropis.

Potensi ekonomi meliputi:

  • Produksi hijauan pakan

  • Penyediaan benih

  • Integrasi dengan usaha peternakan rakyat

  • Rehabilitasi lahan kritis

Dengan manajemen yang tepat, tanaman ini dapat menjadi bagian penting dari sistem usaha tani terpadu.